TEGAL - Kabar baik bagi warga terdampak bencana tanah bergerak di Desa Padasari, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal. Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., memberikan jaminan penuh atas penanganan pasca-bencana. Tak hanya sekadar penanganan sementara, beliau memastikan adanya relokasi gratis ke hunian yang lebih aman, sebuah langkah krusial demi mengembalikan kehidupan warga ke jalur yang layak.
Kepastian ini diutarakan langsung oleh Gubernur saat meninjau lokasi pengungsian dan berdialog hangat dengan para korban pada Rabu (4/2/2026). Di hadapan mereka yang kehilangan tempat tinggal, beliau menegaskan kesiapan pemerintah menyediakan solusi jangka panjang.
"Nanti dipindah, jangan di sini lagi. Semua sudah disiapkan, gratis. Warga yang gagal panen juga akan didata dan diberi bantuan, " ujar Gubernur di hadapan para pengungsi, disambut sorak lega.
Dalam kunjungan yang penuh empati tersebut, perhatian Gubernur tak luput dari kelompok rentan. Lansia, ibu hamil, dan mereka yang memiliki kondisi kesehatan khusus menjadi prioritas. Dua lansia tangguh, Karsih (80) dan Rupi’ah (70), bahkan berada dalam pengawasan ketat tim medis.
"Saya titip yang sepuh-sepuh ini. Jangan sampai kekurangan makan atau obat. Kalau perlu dipindahkan, segera, " pintanya kepada petugas dan para pendamping pengungsian, menunjukkan kepedulian mendalam.
Tak hanya itu, tenaga kesehatan juga mendapat arahan spesifik mengenai pemantauan kondisi ibu hamil selama masa pengungsian.
"Untuk warga yang hamil harus dipastikan terpantau. Jangan sampai kelelahan. Jika perlu dirujuk, segera lakukan, " tegasnya, menekankan pentingnya keselamatan ibu dan janin.
Gubernur Luthfi menggarisbawahi bahwa relokasi bukan sekadar perpindahan fisik, melainkan sebuah upaya komprehensif yang mempertimbangkan aspek sosial dan keberlanjutan hidup.
"Hadirnya negara memberi kepastian bahwa masyarakat di hunian tetap bisa eksis dan mandiri. Inilah hadirnya negara yang kita tunggu, " ucapnya, menyentuh hati para warga.
Afifah, salah seorang warga, tak bisa menyembunyikan rasa syukurnya atas perhatian pemerintah yang akan menyediakan tempat tinggal baru. Sementara Warningsih, seorang ibu hamil tua, menceritakan pilunya melihat rumah kayunya yang kini miring dan tak lagi aman, memaksanya mengungsi demi keselamatan keluarganya.
Bencana tanah bergerak yang melanda Desa Padasari pada Senin (2/2/2026) pasca hujan lebat, masih menunjukkan karakter dinamisnya. Pergerakan tanah ini telah berdampak pada sekitar 250 rumah, memaksa lebih dari seribu jiwa mengungsi di berbagai titik.
Menyikapi situasi darurat ini, pemerintah daerah sigap menetapkan status tanggap darurat selama 14 hari. Posko Komando pun diaktifkan untuk memastikan koordinasi penanganan berjalan lancar, mulai dari penyediaan dapur umum berkapasitas 1.050 porsi per waktu makan, layanan kesehatan, hingga distribusi logistik satu pintu.
Sebagai wujud nyata dukungan, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah telah menyalurkan bantuan logistik makanan dan nonmakanan, beras, obat-obatan, hingga perlengkapan sekolah senilai total Rp338, 04 juta. Ditambah lagi, alokasi Belanja Tidak Terduga (BTT) sebesar Rp120 juta untuk memenuhi kebutuhan mendesak warga terdampak.
Langkah cepat dan terpadu ini diharapkan tidak hanya mempercepat proses pemulihan, tetapi juga memastikan para korban dapat kembali menjalani hidup yang aman, sehat, dan bermartabat. (**)

Updates.